Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Selasa, 24 Maret 2009

Menggagas Pemimpin Masa Depan


Sebentar lagi Indonesia memasuki babak yang sangat menentukan. Tanggal 9 April sebagai gerbang yang akan menentukan kemana bangsa ini akan dibawa. Pemilihan Umum menjadi sebuah jalan untuk menentukan sebuah jajaran yang akan menduduki kursi-kursi yang diamanahkan oleh rakyat.

Banyak sekali bermunculan calon-calon yang menawarkan diri untuk menjadi pemimpin. Semua tampil sebagai harapan, dan tumpuan bangsa. Baik itu tokoh muda (baru) ataupun tokoh tua (lama) yang telah melintang jauh di dunia politik bangsa.


Diharapkan dari adanya Pemilu ini bisa didapat sebuah gaya kepemimpinan yang nantinya bisa membawa bangsa lebih baik. Pemimpin yang bisa membawa sebuah era baru. Yaitu era kebangkitan intelektual sebuah negara.

Dengan kebangkitan sebuah intelektual ataupun pemikiran, mampu membawa bangkitnya sebuah ilmu yang ada. Kebangkitan ilmu inilah yang bisa menjadikan sebuah bangsa lebih maju, beradap, dan madani.

Sedikit menengok sejarah. Bangsa timur mampu besar dengan hadirnya sistem khilaf adalah karena adanya sebuah sistem yang sesuai dengan hukum yang ada (baca syariah). Sistem yang ada ini didukung oleh pemerintahan yang mulia. Sehingga mampu menstimulus kebangkitan pemikiran dan intelektual kaum terpelajar.

Dengan begitu ilmu pengetahuan berkembang menjadi pesat. Konsekuensi yang didapatkan adalah bangsa menjadi lebih berjaya dan di kondisi inilah istilah "rahmatan lil alamin" terwujud.

Kembali pada bangsa Indonesia yang tercinta, seharusnya bangsa ini jauh lebih bisa untuk menjadi sebuah bangsa yang besar. Syaratnya adalah dengan membangun sebuah era, yaitu era kebangkitan intelektual.

Seperti yang telah dijelaskan di atas. Kebangkitan intelektual mampu memancing warga negara untuk bisa berfikir lebih maju. Sehingga dihasilkan produk-produk yang mempunyai nilai manfaat yang tinggi, baik itu produk real (product) atau imajiner (service.

Hal seperti ini adalah tanggung jawab semua kalangan. Tapi keberadaan seorang pemimpin adalah penentu dari semua yang akan terjadi. Seharunya Indonesia mempunyai pemimpin yang mampu menstimulus semua warganya untuk menjadi kaum intelektual.

Pemilu saat ini mempunyai peranan penting untuk menciptakan hal seperti ini. Keberhasilan pemilu sebenarnya tidak dihitung dari banyaknya pemilih yang ikut serta dalam pesta ini. Tapi pemimpin yang dihasilkan dari proses Pemilu itu sendiri. Diharapkan adanya pemilu bisa melahirkan pemimpin yang tangguh, dalam artian yang amanah, siddiq, fatonah, dan tablig. Sehingga proses untuk menjadi bangsa yang madani dengan kebangkitan intelektual bisa terwujud.

Diposting oleh: Adi Dzikrullah Bahri


Bookmark and Share



wibiya widget

 

Mengenai Saya

PetaMasaDepan
I am [Adi Dzikrullah Bahri] a student of Faculty of Forestry [Major Silviculture, Forest Fire Minor] Bogor Agricultural University. Daily activities but study is as President PetaMasaDepan Development Manager. Hubungi saya di facebook: petamasadepan [at] yahoo [dot] com.
Lihat profil lengkapku

Networkedblogs

My Album