Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Selasa, 03 Maret 2009

Jombang dan Ponari


Ponari!!!

Sebuah kata yang telah menjadi populer. Lagi-lagi Jombang semakin ramai dalam media. Setelah munculnya sosok Ryan, sekarang menyusul Ponari. Si Dukun cilik mistirius.

Tapi sayangnya dari kemunculan kedua tokoh yang dimaksud bukan tambah membawa nama baik bagi Jombang, tapi membuat Jombang semakin menjadi bahan cibiran orang. Berawal dengan kasus sadis Ryan. Jombang telah menjadi sentral pembicaraan berbagai media.

Berbagai media seakan memberi gambaran yang mentah tentang Jombang. Cuma dua kata, Ryan dan Ponari. Padahal jika media mau netral, seharusnya media juga menyuguhkan sisi lain dari Kota Jombang.

Sejak dahulu, Jombang dikenal dengan Kota Santri. Di Jombang inilah muncul ulama'-ulama' besar Bangsa. Bahkan tokoh-tokoh besar banyak sekali dari Jombang.

Dan satu lagi, kepada semua pihak, sajikanlah berita yang netral. Jangan cuma mengambil sudut pandang Jombang kota jagal, atau Dukun.

Hal ini bisa saya ungkapkan karena saya sendiri juga hidup dan besar di Jombang. Saya orang asli Jombang. Jadi saya tahu jauh tentang Jombang.

Jombang merupakan daerah tapal kuda. Di situ terdapat ribuah Pondok Pesantren. Bahkan ada empat Pesantren yang talah melahirkan tokoh-tokoh besar negeri ini. Yaitu Tebuireng, Darul Ulum, Bahrul Ulum, dan Mambaul Ulum.

Terkait dengan fenomena Ponari. Ponari merupakan bocah lugu. Dia mendapatkan batu dari Allah. Sekarang yang seharusnya dibicarakan bukanlah masalah syirik atau tidak. Ponari merupakan potret bangsa ini. Yang terpenting adalah meluruskan niatan dalam berobat.

Berobat karena ingin mendapat hikmah dan kesembuahan dari Allah dengan perantara Batu dan Ponari. Itulah yang paling benar. Dan itulah yang seharusnya kita lakukan. yaitu dengan memberikan pengetahuan pada rakyat. Jangan asal mengharamkan.

Jika kita menoleh dari fenomena masyarakat. Tidak sedikit rakyat yang terperosok dengan kekaguman yang sebenarnya adalah sikap syirik. Banyak sekali kita berkata, "Saya kalau berobat ke dokter fulan saya pasti sembuh." Atau "dokter fulan pinter sekali, tidak heran banyak pasiennya yang sembuh."

Jika kita merujuk dari berbagai literatus Islam, kitab-kitab kuning. Hal seperti itu sudah dimasukkan ke dalam syiri. Jadi jangan mudah sekali kita untuk menghukumi orang atau suatu perkara.

Yang harus kita perhatikan, mengapa hal ini (Fenomena Ponari) bisa sangat membludak. Itulah yang paling tepat. Sehingga kita semakin arif dalam menghadapi berbagai masalah.

1 comments:

Narmadi mengatakan...

Iy bener ponari sudah nyaingin brandingnya pocari ya...he..he..

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

wibiya widget

 

Mengenai Saya

PetaMasaDepan
I am [Adi Dzikrullah Bahri] a student of Faculty of Forestry [Major Silviculture, Forest Fire Minor] Bogor Agricultural University. Daily activities but study is as President PetaMasaDepan Development Manager. Hubungi saya di facebook: petamasadepan [at] yahoo [dot] com.
Lihat profil lengkapku

Networkedblogs

My Album