Pemilu mempunyai posisi yang sangat strategis dalam menentukan masa depan Indonesia. Pemilihan Umum sebagai media untuk memberikan sebuah dukungan guna terwujudnya kehidupan masyarakat bangsa yang madani. Parameter ini terwujud dengan sebuah sosok pemimpin yang profesional dan amanah dalam mengemban sebuah amanah.
Sebanyak 9 kali, penyelenggaraan Pemilu dilakukan. Terhitung tahun; 1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, dan 2004. Serta yang terdekat pada bulan April tahun 2009 sebuah pesta akbar Pemilu diselenggarakan. Pesta yang sangat berbeda sekali dengan Pemilu yang terdahulu. Perbedaan tersebut terkait dengan sistem tatacara pemilihan.
Terkait dengan Pemilihan Umum yang terlah terlaksana sejak tahun 1955, diharapkan tercipta masyarakat yang cerdas. Khususnya dalam pendidikan politik. Rakyat kecil saat ini seringkali menjadi objek dalam pergulatan politik. Bukan sekedar pemilih semata, rakyat merupakan pembeli barang yang ditawarkan oleh elit politik. Tapi sayangnya kriteria pembeli yang baik belum dimiliki oleh rakyat Indonesia.
Pesta besar ini diharapkan menjadi ajang sekolah umum bagi rakyat untuk memperoleh pendidikan politik yang benar. Pendidikan inilah modal yang harus dimiliki oleh rakyat sebagai pembeli. Rakyat mempunyai kesempatan untuk berfikir dan bergerak secara cerdas dalam Pemilihan Umum. Sehingga dalam Pemilu diperoleh sosok pemimpin yang benar-benar kompeten, tidak sekedar pemimpin.
Pendidikan politik sangat diperlukan. Semua pihak berhak untuk mendapatkannya. Dan semua pihak juga wajib mengajarkan pendidikan politik kepada siapapun yang memerlukan. Khususnya pemilih pemula yang masih awam dalam dunia politik.
Pemilih pemula ini mempunyai posisi strategis dalam kesuksesan Pemilu. Pemilih pemula akan memberikan sumbangsih yang besar jika telah dibekali pemahaman tentang pendidikan politik yang matang. Lain halnya dengan pemilih pemula yang belum mendapatkan bekal, dia akan menjadi sasaran empuk untuk menjadi objek dalam lingkaran elit politik yang tidak bertanggung jawab.
Fenomena itulah yang sengaja untuk diperbaiki oleh BEM KM IPB. Melalui Departemen Kebijakan Daerah, BEM KM IPB berusaha untuk memberikan media pendidikan politik terhadap mahasiswa, khususnya pemilih pemula. Pendidikan politik yang dimaksud berupa seminar Semarak Warna-Warni Pemilu 2009 yang bertemakan Kedewasaan Berdemokrasi sebagai Wadah Pencerdasan Pemilu kepada Mahasiswa.
Seminar ini diharapkan dapat mensosialisasikan Pemilihan Umum serta calon anggota legeslatif kepada mahasiswa. Selanjutnya adalah sebuah kepedulian dan kecerdasan sosial politik pada setiap mahasiswa. Serta yang tidak kalah pentingnya adalah terciptanya kecerdasan politik pada kehidupan kampus. Sehingga akan terbentuk iklim pendidikan politik yang sehat di kampus, bukan politik praktis.
Pembicara dalam seminar adalah Dr. Ir. Herry Suhardianto, M.Sc dengan tema Penyelenggaraan Kehidupan Demokrasi Kampus dalam Pemilu 2009, Achmad Heri, SE dengan tema Tata Pelaksanaan Pemilu. Selanjutnya adalah Dr Bima Arya Sugiarto dan Drs. Hadar Nafis Gumay dengan tema Menggugah Peran Aktif Mahasiswa dalam Demokrasi Melalui Pemilu 2009.
Seminar pendidikan Pemilu dilaksanakan di Gedung Graha Widya Wisuda Institut Pertanian Bogor. Selama empat jam dimulai pukul 08.00 sampai 12.00. Dengan media pendidikan politik ini diperoleh sebuah pemahaman tentang politik dengan benar. Sehingga dihasilkan Pemilu yang sukses dan pemimpin yang profesional dan amanah.
Senin, 02 Maret 2009
Semarak Warna Warni Pemilu
Related Posts :
mahasiswa
- Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430H: Mohon Maaf Lahir dan Batin
- IPB: Kampus yang Semakin Gersang dan Panas
- Penerapan Pendidikan Kehutanan yang Kritis: Upaya Menuju Hutan Indonesia Lestari*
- Forci, sebuah langkah awal kebangkitan pemikiran di Indonesia.
- Ujian Tes Masuk IPB
- Testing Testing Log In IPB
- Menggagas Pemimpin Masa Depan
- Peta Masa Depan
- 8 Juta untuk Satu Orang
- Ujian Tes Masuk IPB
- Pertanyaan Sebelum Membeli Printer
- SEMINAR Peluang Investasi Kebun Jabon (Anthocepalus cadamba) sebagai Pengganti Sengon (Paraserianthes falcataria) di Lahan Tidur “Green and Productive
- Sikap Yang Disayangkan Sekali, Refleksi dari "Muka Mahfud “Diludahi” Pedemo"
- Undangan Seleksi Masuk IPB 2009
- Beasiswa S1 S2 dan S3 dari India
- Artikel Menggemparkan
- Informasi Beasiswa Paling Lengkap
- PENGUMUMAN LOMBA POSTER DAN PSA (PUBLIC SERVICE ANNOUNCEMENT) ANTI-KORUPSI 2008
- Pro dan Kontra Kasus Adam Malik
Posted by
PetaMasaDepan
at
04.41
Labels: mahasiswa
1 comments:
Hanya kecerdasan politik spiritual yang bisa membebaskan kita:
http://sinauislam.wordpress.com/psq/
Posting Komentar